ANTIKONVULSI


ANTIKONVULSI
Kejang merupakan kontraksi otot yang hebat , dimana disebabkan oleh perubahan-perubahan patofisiologi seperti suhu tinggi pada anak-anak, tumor otak, eclampsia pada kehamilan, dsb. Kejang biasa dapat juga terlihat pada manusia dalam bentuk serangan epilepsi.
Antikonvulsan adalah kelompok obat yang secara khas mengakibatkan berbagai gejala neuropsikiatrik apabila dosisnya melebihi kisaran terapeutik yang lazim. Dengan demikian beberapa obat antikonvulsan dapat mengakibatkan masalah pada sebagian kecil pasien bahkan pada dosis yang normal.
MEKANISME KERJA OBAT ANTIKONVULSI
Pada prinsipnya , obat antikonvulsi bekerja untuk menghambat proses inisiasi dan penyebaran kejang
1.       Inhibisi kanal Na+ pada membran selakson. Contoh : fenitoin , kabamezepin, topiramat, lamatrigin, valproat , dan zonisampid.
2.       Inhibisi kanal Ca2+ tipe T pada neuron talamus (yang berperan pada peace maker untuk membangkitkan cetusan listrik umum dikorteks). Contoh : etosuksimid, trimetadon, asam valproat.
3.       Peningkatan inhibisi GABA
Mekanisme ini bisa terjadi dengan dua cara :
a.       Langsung pada kompleks GABA dan kompleks Cl-. Contoh : benzodiazepin dan barbiturat.
b.       Menghambat degradasi GABA dengan mempengaruhi ambilan kembali dan metabolisme GABA. Contoh : tiagabin, vigabatrin, asam valoroat, dan gabapentin.
MACAM OBAT ANTIKONVULSI
Kebanyakan obat antikonvulsi mengandung struktur ureida yang telah digunakan secara klinis lebih dari 30 tahun tanpa banyak perubahan pada struktur ureidanya. Perubahan kecil pada substituen X struktur ureida akan mengakibatkan perubahan signifikan pada tipe kejang yang dikontrol.
Obat-obat antikonvulsi generasi terbaru yaitu felbamat, gabapentin, lamotrigin, levetiracetam, oxkarbazepin, tiagabin,topiramat dan zonisamad.
Golongan obat antikonvulsi adalah sebagai berikut :
a.       Golongan Hidantoin
Pada golongan ini terdapat 3 senyawa yaitu : fenitoin, mefentoin dan etotoin , dari ketiga jenis itu yang sering digunakan adalah fenitoin , dimana fenitoin merupakan antikonvulsi tanpa efek depresi umum SSP , sifat antikonvulsinya penghambatan penjalaran rangsang dari focus ke bagian lain otak.
b.       Golongan Barbiturat
Golongan ini sebagai hipnotik sedative dan efektif sebagai antikonvulsi yang sering digunakan adalah barbiturat dengan kerja lama (long acting barbiturat). Jenis obat golongan ini antara lain fenobarbital dan primidon , kedua obat ini dapat menekan letupan difocus epilepsi
c.       Golongan Oksazolidindion
Contohnya adalah trimetadion yang mempunyai efek memperkuat depresi pascatransmisi, sehingga transmisi impuls berurutan dihambat, trimetadion juga dalam sediaan oral mudah diabsorpsi dari saluran cerna dan didistribusikan ke berbagai cairan tubuh.
d.       Golongan Suksinimida
Jenis etosuksimid dan fensuksimid yang mempunyai efek sama dengan trimetadon. Etosuksimid diabsorpsi lengkap melalui saluran cerna, distribusi lengkap keseluruh jaringan dan kadar cairan liquor sama dengan kadar plasma.
e.       Golongan Karbamazepin
Efektif terhadap bangkitan parsial kompleks dan bangkitan tonik klonik , untuk mengatasi semua bangkitan kecuali lena. Karbamazepin merupakan efek analgesic selektif terutama pada kasus neuropati dan tabes dorsalis, namun mempunyai efek samping bila digunakan dalam jangka lama, yaitu pusing, vertigo, ataksia dan diplopia.
f.        Golongan Benzodiazepin
contohnya diazepam , dimana mempunya efek antiensietas dan merupakan obat pertama untuk status epileptikus.

Daftar Pustaka

Neal,M.J.2006.Farmakologi Medis.Erlangga,Jakarta.
Rehatta,N.M.2018.Anestesiologi dan Terapi Intensif.Gramedia,Jakarta.

Permasalahan :
1. apakah ibu menyusui dapat mengonsumsi obat antikonvulsi?
2.bagaimana hal yang mempengaruhi frekuensi pemberian obat antikonvulsi?
3. bagaimana prinsip kerja terapi antikonvulsan?

Komentar

  1. Hallo saya akan mencoba menjawab pada permasalahan nomor 1 dimana antikonvulsan merupakan obat pada penyakit kejang atau yg sering disebut epilepsi.. dan termasuk dalam golongan obat keras dan dengan resep dokter.. antikonvulsi misalnya diazepam saat ibu menyusui akan terserap kebagian asi dan sangt membahayakan bayi. Dan untuk ibu hamil trisemester pertama juga sangat berbahaya.. maka dari itu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.. krna obat tersebut tidak dapat di beli secara bebas walau di jual di apotek secara bebas termasuk sebuah pelanggaran

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba membantu menjawab no 2 dimana Frekuensi pemberian obat ditentukan oleh waktu paruh plasma, dan sebaiknya dipertahankan serendah mungkin untuk mendapatkan kepatuhan minum obat yang lebih baik. Biasanya antiepileptik diberikan dua kali sehari pada dosis lazim. Fenobarbital dan fenitoin adalah obat dengan waktu paruh yang panjang, sehingga diberikan sekali sehari menjelang tidur malam. Namun dengan dosis tinggi, beberapa antiepileptik dapat diberikan 3 kali sehari untuk menghindari efek samping berbahaya yang berhubungan dengan kadar plasma puncak yang tinggi. Pada anak-anak obat antiepilepsi dimetabolisme lebih cepat dibanding orang dewasa sehingga diperlukan dosis yang lebih besar per kilogram berat badan dan waktu pemakaian yang lebih sering. TERAPI KOMBINASI. Bila terapi menggunakan monoterapi dengan obat-obat alternatif terbukti tidak efektif, mungkin dibutuhkan terapi menggunakan dua antiepileptik atau lebih. Terapi kombinasi meningkatkan toksisitas dan dapat timbul interaksi antar antiepileptik

    BalasHapus
  3. Haiii kak.. Untuk jawaban no 3, menurut saya
    Prinsip Terapi Antikonvulsan
    Tingkatkan dosis obat tunggal yang cocok sampai efek yang diinginkan tercapai atau sampai terjadi toksisitas.
    Pantau kadar obat dalam serum .
    Obat kedua dapat ditambahkan jika dosis maksimal obat awal gagal. Obat awal kemudian harus diturunkan secara bertahap dan dihentikan.
    Penghentian mendadak antikonvulsan dapat menginduksi status epileptikus selalu turunkan dosis perlahan-lahan.
    Semoga bermanfaat ��

    BalasHapus
  4. saya akan menjawab pertanyaan nomor 1 bahwa obat anti kejang digunakan pada ibu menyusui harus sesuai dengan resep dokter. harus didiagnosa oleh dokter dengan berbagai pertimbangan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer