HEMATOLOGI
HEMATOLOGI
Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari
darah , organ pembentuk darah dan jaringan limforetikuler serta
kelainan-kelainan yang timbul. Hematologi mempelajari baik keadaan fisiologik
maupun patologik organ-organ sehingga hematologi meliputi bidang ilmu
kedokteran dasar maupun bidang kedokteran klinik. Dibidang ilmu penyakit dalam
, hematologi merupakan divisi tersendiri yang bergabung dengan subdisiplin
onkologi medik. Hematologi dalam hal ini membahas hematologi dasar, klinik dan
imunohematologi.
Pemeriksaan panel hematologi (hemogram) terdiri dari
leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, indeks eritrosit dan trombosit.
Pemeriksaan hitung darah lengkap terdiri dari hemogram ditambah leukosit
diferensial yang terdiri dari neutrofil, basofil, eosinofil, limfosit dan
monosit.
Darah adalah jaringan khusus yang berbeda dengan organ
lain, karena berbentuk cairan. Jumlah darah dalam tubuh adalah 6-8% berat tubuh
total. Ada 45 % sampai 60% darah terdiri
dari sel-sel, terutama eritrosit, leukosit dan trombosit. Fungsi utama darah
adalah sebagai media transportasi, serta memelihara suhu tubuh dan keseimbangan
cairan lalu sebagai pembawa oksigen, mekanisme pertahanan tubuh terhadap
infeksi dan mekanisme hemostatis.
Darah merupakan komponen esensial makhluk hidup, mulai
dari binatang primitif sampai manusia. Dalam keadaan fisiologik , darah selalu
berada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya.
Darah manusia terdiri dari 2 komponen , yakni cairan
darah (plasma darah) dan komponen padat (butir-butir padat atau platelet). Jika
darah disentrifugasu , kemudian didiamkan sebentar , darah akan mengendap dan
menunjukkan komponen utamanya , bagian paling atas merupakan plasma darah
(cairan berwarna pucat) yang jumlahnya berkisar 55 % sedangkan lapisan
dibawahnya adalah buffy coat (lapisan kuning) yang merupakan sel-sel darah
putih, dan sisanya lebih kurang 45% berupa sel-sel darah merah.
Ada 10 tempat pembentukan sel darah yaitu :
1. Pembentukan sel
darah (hemopoiesis) terjadi pada awal masa embrional, sebagian besar pada hati
dan sebagian kecil pada limpa
2. Dari kehidupan
fetus hingga bayi dilahirkan, pembentukan sel darah berlangsung dalam 3 tahap,
yaitu: Pembentukan di saccus vitellinus, Pembentukan di hati, kelenjar limfe,
dan limpa dan Pembentukan di sumsum tulang
3. Pembentukan sel
darah mulai terjadi pada sumsum tulang setelah minggu ke-20 masa embrionik
4. Dengan
bertambahnya usia janin, produksi sel darah semakin banyak terjadi pada sumsum
tulang dan peranan hati dan limpa semakin berkurang
5. Sesudah lahir,
semua sel darah dibuat pada sumsum tulang, kecuali limfosit yang jugadibentuk
di kelenjar limfe, tymus, dan lien
6. Selanjutnya
pada orang dewasa pembentukan sel darah diluar sumsum tulang (extramedullary
hemopoiesis) masih dapat terjadi bila sumsum tulang mengalami kerusakan atau
mengalami fibrosis
7. Sampai dengan
usia 5 tahun, pada dasarnya semua tulang dapat menjadi tempat pembentukan sel
darah. Tetapi sumsum tulang dari tulang panjang, kecuali bagian proksimal
humerus dan tibia, tidak lagi membentuk sel darah setelah usia mencapai 20
tahun
8. Setelah usia 20
tahun, sel darah diproduksi terutama pada tulang belakang, sternum, tulang iga
dan ileum
9. 75% sel pada
sumsum tulang menghasilkan sel darah putih (leukosit) dan hanya 25%
menghasilkan eritrosit
10. Jumlah eritrosit
dalam sirkulasi 500 kali lebih banyak dari leukosit. Hal ini disebabkan oleh
karena usia leukosit dalam sirkulasi lebih pendek (hanya beberapa hari)
sedangkan erotrosit rata-rata 110-120 hari.
Daftar Pustaka
Kosasih.1984.Penentuan
Praktik Hematologi.Alumni Bandung,Bandung.
Riadi,W. 2011. Pemeriksaan
Laboratorium Hematologi. UI press, Jakarta.
permasalahan :1. bagaimana persiapan / hal apa yang perlu diperhtikan untuk pemeriksaan hematologi?
2. salah satu kasus dalam hematologi adalah pembekuan darah , bagaimanakan proses terjadinya pembekuan darah?
3. salah satu uji hematologi adalah pemeriksaan darah lengkap , bagaimana proses pemeriksaan darah lengkap dan kriterianya?
4. bagaimana rentang nilai normal hematologi antara bayi/anak dengan orang dewasa? apakah ada perbedaan?

Hai kris enjelika... Saya akan mencoba menjawab soal no.3 Beberapa pemeriksaan yang termasuk dalam pemeriksaan darah lengkap, antara lain:
BalasHapus1. Hemoglobin (Hb)
2. Hematokrit (Ht)
3. Trombosit
4. Sel Darah Merah
5. Sel Darah Putih
6. Gula Darah
Saya akan membantu menjawab nomor 4.. Rentang nilai normal hematologi bervariasi pada bayi, anak anak dan remaja,
BalasHapusumumnya lebih tinggi saat lahir dan menurun selama beberapa tahun kemudian.
Nilai pada orang dewasa umumnya lebih tinggi dibandingkan tiga kelompok umur
di atas. Pemeriksaan hemostasis dan koagulasi digunakan untuk mendiagnosis
dan memantau pasien dengan perdarahan, gangguan pembekuan darah, cedera
vaskuler atau trauma.
Semoga membantu :)
Hai enjel,pemaparan yang bagus,saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. Pada saat terjadi luka pada permukaan tubuh, komponen darah, yaitu trombosit akan segera berkumpul mengerumuni bagian yang terluka dan akan menggumpal sehingga dapat menyumbat dan menutupi luka. Di dalam plasma darah terdapat trombosit Apabila terjadi luka dan darah keluar, trombosit akan bersentuhan dengan permukaan luka yang kasar, akan pecah dan mengeluarkan tromboplastin/trombokinase. Trombokinase bersama-sama ion Ca++ akan mengubah protrombin menjadi trombin. Protombin adalah senyawa globulin yang larut dalam plasma darah. Protrombin dibuat di dalam hati dengan bantuan vitamin K.
BalasHapusTrombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang akan menghalangi keluarnya sel-sel darah hingga terjadi pembekuan darah dalam waktu ± 5 menit
Jawab no 3 ya
BalasHapus1. Pemeriksaan Hemoglobin (Sahli & Cyanmet)
2. Pemeriksaan Hematokrit
3. Pemeriksaan Jumlah dan kelainan Eritrosit (sel darah merah)
4. Pemeriksaan Jumlah dan kelainan Leukosit (sel darah putih)
5. Pemeriksaan Jumlah dan kelainan Trombosit (platelet)
6. Pemeriksaan Laju Endap darah
7. Pmeeriksaan Retikulosit
8. Pemeriksaan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
9. Pemeriksaan Faal Hemostasis (PT, APTT, INR)
10. Pemeriksaan Hitung Jenis Leukosit (Diffcount)
11. Pemeriksaan kelainan haemoragik (Bleeding time, cloting time, rumple leed, dan retraksi bekuan)
Pemeriksaan Gambaran Darah Tepi
Pemeriksaan daya tahan osmotik eritrosit yang dikenal sebagai resistensi osmotik eritrosit
Pemeriksaan sel lupus eritematosus (LE)
Halo enjel, saya akan mencoba menjawab permasalahan no.1. Menurut saya, persiapan yang perlu dilakukan sebelum uji hematologi adalah berpuasa dimana volume plasma akan meningkat dan membantu proses pengambilan dan pengecekan darah lengkap dengan baik
BalasHapusbaiklah enjel menjawab contoh kelainan hematologii yaitu terbentuknya trombus dan emboli
BalasHapusTerimakasih untuk artikelnya, sangat bermanfaat sekali👍🏻
BalasHapus